Mahasiswa UMM Sulap Limbah Plastik Jadi Paving Block Ramah Lingkungan di Kota Batu

  • Aug 17, 2025
  • wahyu

Batu, 17 Agustus 2025 – Di tengah darurat sampah plastik yang kian meresahkan, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) muncul membawa harapan baru. Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), mereka berhasil menyulap tumpukan limbah plastik menjadi paving block kokoh dan ramah lingkungan.

Inovasi ini digawangi PMM Kelompok 2 bersama Dosen Pembimbing Lapangan, Lilis Setyowati, M.Sc.. Adapun tim kreatif ini terdiri dari Imam Ridho Santoso, Nadia Fara Wardhani, Arifah Hainum, Dewi Wulandari, dan Shalsabila Aurora. Lokasi pelaksanaannya pun tak main-main, yakni di TPS3R Kelurahan Temas, Kota Batu—daerah yang dikenal bergulat dengan masalah sampah.

 

 

“Kami ingin memberikan solusi nyata untuk mengurangi sampah plastik sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujar Nadia Fara Wardhani, Humas kelompok PMM UMM.

Dari Plastik Jadi Paving Block, Prosesnya sederhana namun inovatif: plastik dikumpulkan, dilelehkan menggunakan oli bekas dalam wajan besi, lalu dicampur pasir halus hingga rata. Campuran panas itu dituangkan ke cetakan yang sudah diolesi oli agar tidak lengket, kemudian didinginkan hingga siap diuji kekuatannya.

Tak hanya menciptakan produk, mahasiswa UMM juga melatih petugas TPS3R agar bisa melanjutkan inovasi ini secara mandiri. Dengan begitu, produk ini tidak sekadar proyek sementara, tapi bisa berkembang menjadi usaha daur ulang berkelanjutan yang menambah nilai ekonomi warga.

“Lewat paving block plastik ini, kami ingin membuktikan bahwa sampah bukanlah akhir, melainkan awal dari peluang baru,” tambah Nadia penuh semangat.

 

 

Inovasi ini berpotensi menjadikan Kelurahan Temas sebagai pionir pengelolaan sampah berkelanjutan. Jika dikembangkan bersama masyarakat, akademisi, dan pemerintah, bukan tidak mungkin paving block ramah lingkungan ini akan menghiasi jalanan kota sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya.

Di tengah ancaman limbah plastik yang sulit terurai, langkah mahasiswa UMM ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda bisa menjadi kunci perubahan. Dari sampah, lahirlah solusi yang menginspirasi!