Pemanfaatan Mata Air Genengan Dibahas, Wali Kota Batu Pastikan Tak Ada Pihak Dirugikan.
- Apr 09, 2026
- wahyu
KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu melalui kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Bersama Sumber Mata Air Genengan yang berlokasi di Kelurahan Temas terus mendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Bina Bhakti Praja, Rumah Dinas Wali Kota Batu, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan.
.jpeg)
Lurah Temas Anditya Fitrawan bersama jajaran staf, Ketua RW 06, 07, dan 09, Takmir Masjid Darusshalikhiin, perwakilan Gapoktan, KPK (Kelompok Penggali Kubur), serta tokoh masyarakat turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir pula Wali Kota Batu, Ketua DPRD Kota Batu, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kominfo, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta Camat Batu.
.jpeg)
Dalam sambutannya, Lurah Temas Anditya Fitrawan memperkenalkan peserta yang hadir sebagai representasi berbagai unsur masyarakat yang terdampak langsung terhadap rencana pemanfaatan Sumber Mata Air Genengan.
.jpeg)
Direktur PDAM Kota Batu, Achmad Yusuf, dalam paparannya menyampaikan sejumlah poin penting. Ia menjelaskan bahwa rencana pengambilan air sebesar ±7 liter per detik (LPS) dipastikan tidak akan mengganggu atau memberikan dampak signifikan terhadap aliran air di bagian hilir. Selain itu, pemanfaatan sumber mata air Genengan dinilai sangat relevan mengingat lokasinya yang dekat dengan SPAM Tandon Beji.

Meski demikian, Achmad Yusuf menegaskan bahwa aspek perizinan lingkungan serta perizinan IPSDA dari Kementerian PUPR tetap menjadi prioritas utama. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menangani permasalahan sampah di sekitar sumber mata air.
.jpeg)
Terkait pemanfaatan oleh Masjid Darusshalikhiin, PDAM Kota Batu mengarahkan agar penggunaan air beralih melalui layanan PDAM karena dinilai belum memenuhi standar. Menanggapi hal tersebut, pihak Takmir Masjid Darusshalikhiin menyatakan kesediaannya, dengan catatan adanya dukungan pengembangan serta jaminan kelancaran distribusi air.
.jpeg)
Menjawab hal itu, Direktur PDAM memastikan akan memberikan fasilitas serta garansi berkelanjutan apabila terjadi kendala di kemudian hari.
.jpeg)
Sementara itu, perwakilan Gapoktan Tamaji menyampaikan harapannya agar PDAM tetap menjamin ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian warga. Ia mengungkapkan bahwa selama ini petani harus melakukan sistem giliran setiap dua hari akibat keterbatasan air. Oleh karena itu, rencana pemanfaatan ini diharapkan dapat dikaji lebih mendalam serta disosialisasikan secara langsung kepada para petani terdampak.

Menanggapi data irigasi, Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Esty, menyampaikan bahwa luas lahan irigasi yang tercatat sebesar 22 hektare merupakan data lama, sehingga perlu dilakukan pembaruan sesuai kondisi riil di lapangan yang mencapai sekitar 24 hektare.

Sebagai penutup, Wali Kota Batu menegaskan agar seluruh pihak terus mengkaji dan mengoptimalkan perencanaan pemanfaatan sumber mata air Genengan secara komprehensif. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses implementasi. Wali Kota juga menyoroti masih adanya wilayah di Kota Batu yang mengalami kesulitan air bersih, salah satunya di Desa Pendem.

Dengan adanya rencana pemanfaatan Sumber Mata Air Genengan, diharapkan dapat membantu meningkatkan suplai air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih kekurangan. Namun demikian, apabila dalam pelaksanaannya berdampak pada aliran irigasi, diharapkan segera dilakukan langkah penanganan agar keseimbangan kebutuhan masyarakat tetap terjaga.
#Temas_Sae
#mBatu_Sae
#Sedoyo_Sae
Temas'Sae
"Tentreme Masyarakat Seduluran Aji Ekakarsa"